Sabtu, Oktober 18, 2008

Mengiring Pengantin Bersepeda Tandem

sepeda Peristiwa langka yang sangat tidak mungkin untuk dilewatkan. Sepasang pengantin Mas Ari dan Mbak Vita berkehendak melakukan perjalanan dari Masjid tempat berlangsungnya ijab kobul ke rumah tempat resepsi dengan bersepeda tandem. Tidaklan heran karena keduanya adalah penggemar sepeda dan bergabung di B2W Chapter Jogja. Dan 40 rekan sekomunitas mengiringinya dengan Tshirt pink yang dipesan khusus untuk acara tsb.
18 oktober 2008 berangkat dari rumah pukul 05.00 pagi dan menuju rumah Pak Rudy untuk barengan ke Bunderan UGM sebagai meeting point rombongan pengiring manten. Telah menunggu sejumlah pesepeda lain di bunderan dan tepat jam 06.00 rombongan mulai bergerak ke Pakem, suatu tempat yang tidak mudah dituju bagi yang belum biasa dengan tanjakan terus menerus. Akupun ini baru kali ke 2. Maklumlah tempat ini merupakan jalur menuju Kaliurang, lereng gunung Merapi. Sampai di perempatan Kentungan ada beberapa teman lagi yang sudah siap menunggu dan berhenti sejenak, mungkin akan ada lagi yang datang. Ternyata tidak ada dan lanjut naik dan naik. Eh di perjalanan ada 3 teman lagi. Diperjalan baru ketahuan mana yang kuat dan yang belum terbiasa dengan tanjakan. Rombongan terpecah tapi para senior seperti biasa mengawal di paling belakang dan yang depan sesekali berhenti menunggu yang belakang. Akhirnya sampai juga di pakem dan belum ada yg terlihat TTB. Mampir dulu ke warung Ijo untuk minuman hangat dan gorengannya. Agak lama berhenti disini, mungkin ada 20 menit. Ternyata perjalanan ke rumah mempelai masih harus naik lagi, tapi kayaknya hanya 2 km tapi kemiringan tanjakan kali ini lebih dari yang di bawah. Dan di akhir tanjakan itulah rumah pengantinnya.
Parkir sepeda di palang bambu yang sudah di sediakan tuan rumah, istirahat sembari menunggu yang lain. Eh pak Rudy datang dengan TTB rupanya. Akupun kalo nggak ada teman pasti sudah putar balik atau TTB dari tadi. Mulailah persiapan untuk jadi pengiring manten. Ambil Tshirt pink, dan kemudian dipakai bersama baju batik untuk acara akad nikah di masjid. Perjalanan ke masjid hanya beberapa menit saja karena cuma dekat, 300 meter lah kira-kira. Sukses akad nikah baju batik dilepas dan yang terlihat Tshirt pink nya. Rupanya pengantin wanita agak kesulitan untuk naik sepeda tandem Polygon biru ini, akhirnya dengan agak cincing kain bisa duduk ke sadel dengan nyaman. Dan mulailah kami genjot ke rumah pengantin yang tadi. andaikan acara mengiring manten ini rutenya lebih jauh, akan lebih berkesan dan kampanye sepeda akan lebih mengena. Iya kan ini bisa untuk kampanye atau promosi kegiatan bersepeda.
Selesai sudah acara mengiring manten, foto-foto sejenak dan persiapan untuk pulang. Beberapa teman ada yang pulang lewat offroad dan ada pula yang onroad sesuai kondisi sepeda yang dibawa. Aku dan dan Pak Rudy mencoba ikut offroad. Jalannya kan turun jadi nggak akan seberat waktu ke krasak kemarin minggu. Blusukan ke sawah dan tepian sungai. Di perjalanan ternyata ban belakangku bocor setelah ber down hill ria di track berbatu. Untung ada yang bawa tools dan ban dalam cadangan. Thanks guys...Di bantu teman-teman akhir sepeda kembali siap melanjutkan perjalanan hingga masuk ke Ring Road Condong Catur. Di sini aku dan pak Rudi memisahkan diri dari rombongan, Pak Rudy pulang ke rumah dan aku ke kantor. Sampai kantor jam 12.40.dengan keringat bercucuran dan perut kelaparan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar